Situs Pemandian Wendit di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, merupakan kawasan mata air yang memiliki nilai wisata, sejarah, dan budaya. Di dalam kawasan tersebut terdapat batu berelief yang oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI dinilai berpotensi diteliti lebih lanjut karena kemungkinan berkaitan dengan struktur bangunan lama. Sejumlah sejarawan juga menduga terdapat hubungan antara lanskap Wendit, petirtaan, dan tradisi bangunan suci masa Hindu-Buddha. Namun, hingga penelusuran sumber yang tersedia, belum ditemukan bukti terpublikasi berupa prasasti atau inskripsi beraksara Kawi yang secara langsung berasal dari Situs Wendit.
kebudayaan.kemdikbud.go
+1
Situs Pemandian Wendit—sekarang dikenal sebagai Taman Wisata Air Wendit—berada di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Malang. Kawasan ini bukan hanya tempat rekreasi air, tetapi juga lanskap budaya yang berkaitan dengan mata air, petirtaan, tradisi Hindu-Buddha, kisah masyarakat, serta keberadaan kera yang telah lama menjadi ikon Wendit.malangkab.go+1
Keterangan umum
Wendit memiliki beberapa unsur penting:
-
Mata air dan telaga, yang menjadi dasar fungsi kawasan sebagai pemandian atau petirtaan.
-
Lingkungan alami berupa pepohonan besar dan kawasan cekungan yang mendukung keberadaan kera.
-
Sisa struktur batu bata dan batu berelief, yang diduga berkaitan dengan bangunan lama.
-
Makam atau petilasan lokal, termasuk makam Mbah Kabul yang masih dikunjungi peziarah.
-
Koloni kera, yang dalam cerita rakyat dihubungkan dengan para murid Padepokan Pusung Buntung yang dikutuk menjadi monyet. Kisah ini merupakan tradisi lisan, bukan bukti sejarah epigrafis.pakis.malangkab.go
Pemerintah Kabupaten Malang menyebut Wendit sebagai kolam pemandian yang telah dikenal sejak masa lampau. Namun, keterangan bahwa Wendit “dibangun pada masa Mataram abad ke-10” atau telah ada sejak Majapahit perlu dibedakan antara tradisi sejarah lokal, dugaan arkeologis, dan fakta yang telah diverifikasi melalui sumber primer.malangkab.go
Hubungan dengan masa Hindu-Buddha
Sejumlah informasi terbaru mengaitkan Wendit dengan kemungkinan keberadaan bangunan suci dan petirtaan kuno. Sejarawan Dwi Cahyono menyebut adanya sisa struktur bata yang diduga bagian dari candi dan petirtaan di sekitar pendopo serta area kolam tertutup. Ia juga menghubungkan lanskap Wendit dengan pola situs Hindu-Buddha: bangunan suci biasanya berada dekat sumber air, pepohonan besar, dan lingkungan yang relatif terjaga.kalbar.times.co
Akan tetapi, formulasi yang tersedia masih bersifat dugaan. Sumber tersebut menggunakan istilah seperti “kemungkinan”, “diduga”, dan “besar kemungkinan”. Karena itu, belum tepat menyatakan secara definitif bahwa seluruh kompleks Pemandian Wendit adalah candi atau petirtaan abad ke-9 tanpa laporan ekskavasi, pemetaan arkeologi, dokumentasi struktur, dan kajian epigrafis yang diterbitkan secara resmi.
Prasasti Balingawan bertahun 891 Masehi dan Prasasti Muncang bertahun 944 Masehi memang penting untuk memahami perkembangan wilayah Malang pada masa Mataram Kuno. Namun, keduanya tidak otomatis membuktikan bahwa teks prasasti tersebut ditemukan di Wendit atau secara langsung menyebut Pemandian Wendit. Keduanya lebih aman diperlakukan sebagai konteks sejarah regional, bukan bukti langsung mengenai identitas Situs Wendit.kalbar.times.co
Temuan yang berkaitan dengan Wendit adalah:
-
Batu berelief di kawasan Pemandian Wendit.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menyebut adanya balok batu berelief di Taman Rekreasi Pemandian Wendit. Batu tersebut diduga merupakan komponen bangunan atau struktur, tetapi situs itu masih dinyatakan “berpotensi untuk diteliti lebih lanjut”. Halaman tersebut tidak menyebut adanya tulisan, prasasti, atau aksara Kawi pada batu itu.kebudayaan.kemdikbud.go